Tikus

Varian Virus Corona Barus Terdeteksi Pada Tikus Di Swedia

Kelelawar dan trenggiling bukan satu-satunya binatang liar yang menaruh virus Corona baru. Binatang pengerat seperti tikus, mencit, dan curut juga bisa membawa virus yang sesekali kapabel melompat ke spesies kita sendiri.

Di antara tikus red-backed bank voles (Myodes glareolus), para peneliti sekarang sudah mengidentifikasi virus Corona yang tersebar luas dan awam yang mereka ucap virus Grimsö, dinamai dari lokasi penemuannya.

Belum dikenal apakah virus yang baru ditemukan ini membahayakan bagi manusia atau tak. Meskipun demikian, penemuan ini ialah pengingat yang bagus seputar kenapa kita perlu memantau virus satwa liar, terutamanya yang dibawa oleh binatang yang hidup di dekat kita.

“Kami masih belum tahu potensi ancaman apa yang mungkin dimunculkan virus Grimsö kepada kesehatan masyarakat. Tetapi, menurut pengamatan kami dan virus Corona sebelumnya yang diidentifikasi di antara tikus hal yang demikian, ada alasan baik untuk terus memantau virus Corona di antara binatang pengerat liar,” kata spesialis virologi ke Lundkvist dari Uppsala University di Swedia, dikutip dari Science Alert, Senin (6/6/2022).

Tikus red-backed bank voles merupakan sebagian binatang pengerat yang paling awam ditemukan di Eropa. Jalan mereka kerap kali bersinggungan dengan spesies kita sendiri, dan mereka diketahui sebagai inang dari virus Puumala, yang menyebabkan demam berdarah yang diketahui sebagai nephropathia epidemia pada manusia.

Ketika mencari perlindungan dari keadaan cuaca buruk, tikus dikenal berlindung di bangunan milik manusia, dan ini meningkatkan risiko kita tertular penyakit yang mereka bawa ke daerah tinggal kita.

Pun sebelum pandemi COVID-19 diawali, Lundkvist dan rekan-rekannya sudah berupaya memantau penyakit satwa liar di antara tikus, untuk mengantisipasi dengan lebih bagus kapan virus mereka bisa menyebar. Mengingat laju perubahan iklim dan perusakan habitat yang tidak henti-hentinya, ada kemungkinan interaksi kita dengan tikus akan meningkat di masa depan.

Penelitian tikus

Antara 2015 dan 2017, para peneliti di Uppsala meneliti 450 tikus red-backed bank voles liar dari sebuah daerah di barat Stockholm yang disebut Grimsö. Regu menemukan betacoronavirus baru yang beredar di 3,4% sampel.
Betacoronavirus lazimnya ditemukan di antara kelelawar dan binatang pengerat, dan saat mereka melompat ke manusia, mereka menyebabkan flu lazim dan virus pernafasan seperti SARS-CoV-2.

Belum ada bukti virus tikus baru mini melompat ke manusia. Melainkan COVID-19 sudah mengajarkan kita sesuatu, bahwa kita perlu meningkatkan pengawasan kepada penyakit yang satwa liar untuk mencegah wabah lebih lanjut.

Selama tiga tahun, para peneliti di Swedia menemukan sebagian ragam virus berbeda dari virus Grimsö yang beredar di antara populasi tikus red-backed bank voles.

Lebih-lebih lagi, coronavirus berhubungan erat lainnya didistribusikan secara luas di antara tikus di komponen lain Eropa, seperti Prancis, Jerman, dan Polandia. Ini menampakkan bahwa makhluk hal yang demikian merupakan reservoir natural untuk penyakit ini.

Sifat virus Grimsö yang amat berbeda merupakan petunjuk buruk. Ini menampakkan virus gampang mengikuti keadaan dengan inang dan habitat baru. Beraneka galur yang ditemukan beredar dapat saja berasal dari tikus red-backed bank voles, atau mereka dapat saja melompat dari spesies lain.

“Mengingat bahwa red-backed bank voles merupakan salah satu spesies binatang pengerat yang paling awam di Swedia dan Eropa, penemuan kami menampakkan bahwa virus Grimsö mungkin beredar luas di bank voles dan lebih jauh menampakkan pentingnya pengawasan sentinel coronavirus pada binatang mamalia kecil liar, terutamanya di binatang pengerat liar,” tulis para peneliti.

Studi lain baru-baru ini memperingatkan bahwa eksploitasi manusia kepada ruang liar secara lantas meningkatkan risiko penyakit binatang menular ke manusia. Risiko ini terutamanya kelihatan di antara binatang seperti kelelawar, tikus dan primata, yang mempunyai populasi berlimpah dan sudah siap mengikuti keadaan dengan lingkungan manusia.